Rabu, 27 Maret 2013
Minggu, 18 November 2012
Wasit tutorialnya
Tugas Wasit 1 dalam Bola Voli
Perwasitan dalam Permainan Bola Voli- Syarat-syarat menjadi wasit bola voli
2) Mempunyai bakat untuk menjadi seorang wasit
3) Senang terhadap permainan bola voli
4) Berpendidikan serendah-rendahnya lulusan SMA
5) Berumur antara 20 – 40 tahun
6) Mempunyai dedikasi yang baik
7) Haruslah menjadi anggota salah satu perkumpulan bola voli
- Pakaian wasit
2) Baju kaos putih polos, pakai kerah
3) Sepatu karet putih
4) Memakai badge wasit yang sesuai dengan klasifikasinya
- Tugas, kewajiban dan wewenang wasit
a) Memimpin pertandingan agar dapat berjalan dengan lance,
b) Meningkatkan keterampilan dan kemampuan serta pengetahuan, tentang perwasitan bola voli
c) Menyebarluaskan peraturan permainan di masyarakat
d) Meningkatkan mutu perwasitan di masyarakat pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya
2) Kewajiban dan wewenang wasit
a) Wasit berkewajiban memimpin pertandingan bola voli baik di tingkat cabang daerah, nasional maupun di tingkat internasional
b) Seorang wasit tidak berhak memimpin pertandingan di atas klasifikasi sertifikat yang dimilikinya.
Selasa, 13 November 2012
POLA PERTAHANAN BOLA VOLI
Sistem Pertahanan Dalam Bola Voli
1. Pola pertahanan terhadap service
a. Pola 2 – 4
b. Pola 1 – 5
c. Pola 0 – 6
2. Pola Pertahanan Smash
a. Pola 0 – 3 – 2 dan 1 – 3 – 2
b. Pola 2 – 1 – 3, 2 – 2 – 2 dan 2 – 0 – 4
c. 3 – 1 – 2, 3 – 2 – 1 dan 3 – 0 – 3
3. Pola Pertahanan Terhadap Bola Pantulan Block
a. Pantulan smash posisi 4
b. Pantulan smash posisi 3
c. Pantulan smash posisi 2
Minggu, 16 September 2012
Tekhnik untuk melakukan spike
Awalan
Tehnik awalan pada permainan
bola voli ini terdiri dari dua langkah, yaitu langkah persiapan dan
langkah tolakan. Pada langkah persiapan, seorang spiker berdiri dengan
salah satu kaki berada di belakang kaki yang lain. Dalam hal ini, pemain
memiliki kebebasan untuk menentukan kaki mana yang akan berada di
belakang dan di depan, dan dapat disesuaikan dengan kenyamanan pemain
itu sendiri. Setelah itu, spiker melangkahkan kaki satu langkah ke
depan, dan diikuti dengan ayunan kedua lengan ke arah belakang. Pada
posisi ini, posisi badan berangsur-angsur membungkuk untuk membantu
memperkuat tolakan. Dalam tehnik awalan ini, biasanya seorang spiker
cukup menggunakan dua hingga empat langkah saja.
Langkah
kaki selanjutnya merupakan langkah tolakan, yaitu melangkahkan kaki
lagi hingga kedua telapak kaki berada pada posisi yang hampir sejajar
(salah satu kaki berada agak sedikit ke depan dari kaki yang lain untuk
menghentikan gerakan ke arah depan dan sebagai persiapan untuk melakukan
lompatan). Ayunkan kedua lengan ke arah belakang atas semaksimal
mungkin, kaki ditekuk dan badan bersiap untuk melompat. Pada posisi ini,
berat badan lebih banyak berpusat pada kaki yang terdapat di posisi
depan.
Lompatan
Gerakan melompat dapat dilakukan
dengan menggunakan hentakan tumit dan jari kaki pada lantai, gerakan
ini juga disertai dengan ayunan kedua lengan ke arah depan atas pada
saat kaki melakukan dorongan ke atas.
Memukul Bola
Ketika berada di udara, jarak
antara bola dengan spiker adalah sepanjang jangkauan lengan yang akan
digunakan untuk memukul bola. Tarik lengan ke arah belakang kepala,
kemudian pukulkan kearah depan sepanjang jangkauan tangan hingga
mengenai bola secepat dan sekeras mungkin. Pemukulan bola yang benar,
telapak tangan akan mengenai bola tepat pada bagian tengah bola. Pada
saat menyentuh bola, pergelangan tangan juga dihentakkan ke depan untuk
menambah kekuatan pemukulan. Sedangkan posisi jemari tangan pada saat
melakukan pukulan adalah dalam keadaan menutup permukaan bola.
Setelah melakukan pukulan,
tangan dan badan melakukan gerakan membungkuk. Ketika melakukan tehnik
spike ini, seorang spiker harus mampu menjaga keseimbangan tubuhnya
dengan baik pada saat berada di udara.
Mendarat
Pendaratan setelah melakukan
lompatan spike dilakukan dengan kedua kaki yang mengeper (tidak kaku
atau tegang). Usahakan mendarat dengan jari-jari kaki atau telapak kaki
bagian depan terlebih dahulu, dengan posisi badan membungkuk ke arah
depan. Untuk meredam perkenaan kaki dengan lantai, maka ketika mendarat
usahakan dengan sikap lutut yang lentur (tidak kaku atau tegang). Dan
yang terakhir adalah, usahakan semaksimal mungkin untuk mendaratkan
kedua telapak kaki pada tempat yang tidak terlalu jauh dengan tempat
yang digunakan untuk melakukan lompatan.
Pada permainan bola voli
sekarang, ada beberapa jenis tehnik menyerang yang telah diperkenalkan.
Berikut ini adalah beberapa tehnik menyerang dalam permainan bola voli
yang telah berkembang pada saat ini:
Backcourt/Backrow
Tehnik spike Backcourt atau
Backrow ini juga biasa disebut dengan Pipe attack. Tehnik ini adalah
salah satu jenis spike yang biasa dilakukan oleh pemain pada barisan
belakang (pemain belakang). Karena spike ini dilakukan oleh pemain
belakang, maka pelaksanaannya tidak boleh dilakukan dari depan garis 3
meter. Untuk melakukan spike ini, pemain belakang harus melakukannya
dari belakang garis 3 meter sebelum menyentuh bola. Meskipun demikian,
pemain tetap dapat melakukan pendaratan di depan garis 3 meter.
Line and Cross-Court Shot
Kedua jenis tehnik spike ini
dibedakan berdasarkan pada arah bola yang melesat ke area lawan, apakah
menyilang (menyudut) atau lurus sejajar dengan garis samping lapangan.
Pada tehnik ini dikenal istilah “cut shot”, yaitu tehnik Cross-cut shot
yang dilakukan dengan arah yang sangat menyudut sehingga bola mendarat
dekat sekali dengan garis 3 meter.
Dip/Dink/Tip/Cheat
Dapat dikatakan bahwa tehnik
menyerang yang satu ini merupakan sebuah serangan dalam bentuk gerakan
tipuan. Biasanya pemain akan melakukan gerakan seolah-olah akan
melakukan spike, namun ternyata pemain tersebut tidak melakukan pukulan
keras sama sekali. Pemain tersebut biasanya hanya melakukan pukulan
lembut atau bahkan hanya melakukan sedikit sentuhan saja. Sentuhan atau
pukulan lembut yang diawali dengan gerakan spike tersebut diharapkan
dapat mengecoh tim lawan, sehingga bola dapat mendarat di lapangan lawan
yang perthanannya sedang lemah.
Tool/Wipe/Block-abuse
Pada tehnik ini, pemain juga
tidak berusaha untuk melakukan sebuah spike yang keras. Tehnik ini juga
dapat dikatakan sebagai salah satu tehnik tipuan dalam permainan bola
voli. Biasanya, pemain hanya akan melakukan pukulan yang lembut ke arah
block lawan. Dengan demikian, diharapkan bola tersebut dapat memantul
dari block dan jatuh ke dalam area lawan.
Off-speed hit
Pada tehnik inipun tidak terlalu
jauh berbeda, karena pemain juga tidak melakukan pukulan yang keras
pada bola. Dan pada dasarnya, tehnik ini juga digunakan untuk mengecoh
pertahanan lawan saja.
Quick hit/One
Quick hit merupakan salah satu
jenis spike cepat yang dilakukan oleh blocker tengah. Dalam tehnik ini,
setter akan menempatkan bola hanya sedikit berada di atas net. Blocker
tengah melakukan awalan untuk melakukan spike sebelum setter menyentuh
bola. Kemudian melompat dan langsung menyerang bola dengan sangat cepat,
segera setelah bola terlepas dari tangan setter. Tehnik Quick hit ini
merupakan salah satu tehnik penyerangan yang sangat efektif dalam
permainan bola voli.
Slide
Salah satu variasi serangan yang
diadopsi dari tehnik Quick hit adalah Slide. Pada tehnik Slide ini,
setter akan melakukan back set rendah. Blocker tengah akan bergerak
berputar ke belakang setter dan langsung menyambut bola dengan pukulan
yang sangat cepat, seperti pada Quick hit.
Double quick hit/Stack/Tandem
Salah satu tehnik variasi spike
yang lain adalah Double quick hit. Ini juga merupakan salah satu tehnik
spike dengan gerakan tipuan yang terdapat pada permainan bola voli. Pada
tehnik ini, salah seorang pemukul bola berada di depan setter, kemudian
seorang pemukul yang lainnya berada di belakang setter tersebut.
Terkadang, kedua pemukul tersebut juga berada di depan setter, kemudian
keduanya melompat dan melakukan gerakan spike secara bersamaan. Gerakan
tersebut hanyalah gerakan tipuan yang digunakan untuk mengecoh blocker
lawan. Karena, spike yang sebenarnya akan dilakukan oleh spiker pada
posisi 4. Dengan gerakan tipuan tersebut, kemungkinan besar spiker pada
posisi 4 akan dapat melakukan penyerangan dari area belakang tanpa satu
block-pun yang menghalangi.
Teknik menyerang
Menyerang
Salah satu faktor yang sangat
mempengaruhi kalah atau menangnya sebuah tim bola voli dalam sebuah
pertandingan adalah kualitas dan kuantitas penyerangannya. Attack atau
yang lebih akrab dengan sebutan spike, adalah sebuah tehnik pukulan atau
serangan yang bertujuan agar bola dapat mendarat di area lawan, tanpa
bisa di block (ditahan). Menyerang atau spike dalam permainan bola voli
merupakan pukulan ketiga dari sebuah tim. Pukulan pertama biasa
dilakukan dengan pass, pukulan yang kedua dilakukan dengan tehnik set
oleh setter, dan pukulan ketiga adalah spike. Dalam tehnik spike ini,
seorang spiker (penyerang) harus memperhatikan empat langkah dasar dalam
melakukan spike, yaitu awalan (apprvoach), lompatan, ayunan pukulan
pada bola di udara, dan posisi mendarat.
Pemukulan bola pada saat
melakukan spike dilakukan di udara, yang idealnya adalah ketika sang
attacker berada pada puncak lompatan. Ketika akan melakukan kontak
dengan bola, pemain mengangkat tangannya setinggi mungkin sampai di atas
kepalanya. Ketika melakukan pukulan, spiker mengayunkan lengannya dan
memukulkan telapak tangannya sekeras mungkin ke arah bola yang sedang
melayang tersebut. Melakukan pemukulanpun harus diperhitungkan arahnya,
sehingga tidak mudah diprediksi oleh tim lawan.
“Bounce”, adalah sebuah istilah
yang terdapat dalam permainan bola voli, tepatnya sebuah istilah dalam
penyerangan. Bounce adalah sebutan untuk jenis spike yang sangat keras,
tajam, dan langsung jatuh ke lapangan lawan tanpa menyentuh salah
seorang pemain dari tim lawannya. Setelah menyentuh lantai lapangan
lawan, bola tersebut kemudian terpantul dan melambung tinggi lagi ke
udara, inilah yang biasa disebut dengan istilah “Bounce”.
Passing
Passing
Salah satu tehnik dasar dan
vital yang lain, yang juga wajib dikuasai oleh setiap pemain bola voli
adalah tehnik pass. Tanpa adanya penguasaan tehnik pass yang baik, maka
sebuah tim tidak akan mampu menghadapi pertandingan dengan baik. Karena,
pass adalah langkah awal yang akan menentukan kemampuan sebuah tim
untuk bertahan dan melakukan penyerangan. Dengan adanya penguasaan
tehnik pass yang baik, maka seorang setter akan lebih mudah dalam
menyesuaikan arah dan tinggi bola yang akan diset. Dengan demikian, sang
attacker-pun akan dapat melakukan spike secara maksimal.
Dengan kata lain, pass juga
biasa dikenal dengan sebutan “reception”, yaitu sebuah usaha tim dalam
rangka menerima, menahan, dan mengendalikan servis atau segala bentuk
penyerangan yang dilakukan oleh tim lawan. Pass yang baik, bukanlah pass
yang hanya mampu mencegah bola agar tidak jatuh atau menyentuh area
timnya, tetapi juga harus mampu mencapai posisi setter dengan arah yang
tepat, serta dengan gerakan dan kecepatan yang stabil. Dengan demikian,
sang setter dan attacker akan mampu menciptakan berbagai variasi
serangan dengan mudah.
Sebenarnya, tehnik pass ini
dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tehnik Underarm pass (passing
bawah) dan Overhand pass (passing atas). Underarm pass atau yang juga
biasa dikenal dengan sebutan bump, dilakukan dengan menggabungkan kedua
lengan bawah menjadi satu, dengan arah lurus ke depan. Bola yang jatuh
akan mengenai kedua lengan bawah pada bagian dalam. Tehnik ini dilakukan
dengan posisi yang rendah, yaitu dengan ketinggian sekitar batas
pinggang pemain. Sedangkan Overhand pass adalah tehnik pass yang
dilakukan dengan menggunakan ujung jemari tangan, seperti ketika
melakukan set. Tehnik ini dilakukan pada posisi di atas kepala.
Jumat, 14 September 2012
teknik atau cara servis
Servis
Tehnik dasar pertama yang
dikenal dalam permainan bola voli adalah tehnik melakukan servis. Secara
sederhana, tehnik servis pada bola voli adalah pemain berdiri di
belakang garis belakang lapangan, melemparkan bola ke udara, kemudian
memukul bola tersebut ke arah lapangan atau area lawan. Meskipun
terdengar sederhana, namun pada pelaksanaan tehnik ini juga ada beberapa
hal yang harus menjdi perhatian. Tujuan melakukan servis adalah
semaksimal mungkin mengarahkan dan menjatuhkan bola pada area lawan yang
kosong atau terlihat lemah, sehingga tidak dapat diterima oleh tim
lawan. Atau, mengarahkan bola ke area lawan dengan keras dan kecepatan
yang tinggi, sehingga tim lawan tidak mampu menahan atau
mengendalikannya
formasi permainan voli
FORMASI
4-2, 6-2, dan 5-1 adalah tiga
macam formasi standar yang dikenal dalam permainan bola voli. Untuk
pertandingan pada kelas pemula, biasanya menggunakan formasi yang
pertama, yaitu formasi 4-2. Sedangkan pada permainan kelas tinggi,
biasanya menggunakan formasi 5-1. Angka-angka tersebut mengarah pada
jumlah pemain yang akan berperan sebagai spiker dan setter.
Formasi 4-2
Yang dimaksud dengan formasi 4-2
adalah, pada tim tersebut terdapat empat orang pemain yang akan
berperan sebagai spiker, dan 2 orang lainnya akan berperan sebagai
setter. Pada formasi ini, setter biasanya akan melakukan set dari posisi
tengah depan lapangan. Meskipun demikian, kadang setter juga melakukan
set dari posisi depan sebelah kanan lapangan. Dengan menggunakan formasi
ini, maka sebuah tim akan selalu memiliki dua orang spiker pada bagian
depan.
Formasi 6-2
Pada formasi 6-2 ini, ke-6
pemain dapat berperan sebagai spiker. Dan pada saat yang sama, dua dari
enam pemain tersebut juga dapat berperan sebagai setter. Intinya,
formasi 6-2 ini sama dengan formasi 4-2, yaitu akan sama-sama memiliki 4
orang pemain yang berperan sebagai spiker dan 2 orang pemain sebagai
setter. Perbedaannya, yang berperan sebagai setter pada formasi 6-2 ini
adalah pemain yang berada pada barisan belakang. Pemain belakang akan
masuk ke depan untuk menjadi setter.
Formasi 5-1
Pada formasi 5-1, hanya ada satu
orang pemain yang akan bertindak sebagai setter. Ketika setter berada
di posisi depan (baris depan), makan tim tersebut akan memiliki 2 orang
pemain yang akan berperan sebagai spiker. Sedangkan ketika setter berada
di barisan belakang,maka tim tersebut akan memiliki 3 orang pemain yang
akan berperan sebagai spiker.
sejarah voli
Sejarah Bola Voli
Pada awal penemuannya, olahraga
permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini
pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani
(Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA
pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika
Serikat).
William G. Morgan dilahirkan di
Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942. YMCA
(Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang
didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada
para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini
didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George
William.
Setelah bertemu dengan James
Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6
November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan
menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya
dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya
sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang
juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA, menciptakan
permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga
permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette
sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan
mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan
Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga
permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang
terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini
diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi,
sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.
Perubahan nama Mintonette
menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896, pada
demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training
School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick
(Director of the Professional Physical Education Training School
sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education
of the International Committe of YMCA) mengundang dan meminta Morgan
untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion
kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA,
Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan
jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada
masing-masing tim beranggotakan lima orang. Kedua tim tersebut diketuai
oleh seorang Mayor dan Kepala pasukan pemadam kebakaran Holyoke.
Dalam kesempatan itu, Morgan
juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat
dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan
menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan
oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar
dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah
mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari
satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).
Demonstrasi pertandingan yang
dibawakan oleh kedua tim, serta penjelasan yang telah disampaikan oleh
Morgan-pun telah membawa sebuah perubahan pada Mintonette. Perubahan
pertama yang terjadi pada permainan tersebut terjadi pada namanya. Atas
saran dari Profesor Alfred T. Halstead yang juga menyaksikan dan
memperhatikan demonstrasi serta penjelasan Morgan, nama Mintonette-pun
berubah menjadi Volleyball (bola voli). Pemilihan nama Volleyball
sebagai pengganti Mintonette-pun tidak dilakukan dengan tanpa
pertimbangan. Nama Volleyball dipilih berdasarkan gerakan-gerakan utama
yang terdapat pada permainan tersebut, yaitu gerakan memukul bola
sebelum bola tersebut jatuh ke tanah (volley). Pada awalnya, nama
Volleyball-pun dieja secara terpisah (dua kata), yaitu “Volley Ball”.
Kemudian pada tahun 1952, Komite Administratif USVBA (United States
Volleyball Association) memilih untuk mengeja nama tersebut dalam satu
kata, yaitu “Volleyball”. USVBA adalah persatuan olahraga bola voli yang
terdapat di Amerika Serikat. Asosiasi ini pertama kali didirikan pada
tahun 1928, dan pada saat ini USVBA lebih dikenal dengan nama USAV (USA
Voleyball). Setelah demonstrasi tersebut, komite YMCA berjanji untuk
mempelajari peraturan-peraturan permainan yang telah ditulis dan
diserahkan oleh Morgan.
Beberapa peraturan yang pertama
kali ditulis oleh Morgan adalah penggunaan net setinggi 6 feet 6 inch
(ukuran ini disesuaikan dengan tinggi rata-rata orang Amerika yang pada
abad ke-19 tersebut ternyata lebih pendek), lapangan berukuran 7.6 x
15.2 m2, dan dimainkan oleh beberapa orang pemain. Dalam peraturan lama
tersebut, permainan terbagi atas sembilan babak. Pada setiap babak,
masing-masing tim memperoleh kesempatan untuk melakukan servis (memukul
bola di awal permainan/pukulan bola pertama). Selain itu, dalam
peraturan yang pertama kali dibuat tersebut tidak terdapat batasan
kontak antara pemain dengan bola, sebelum bola tersebut dapat dipukul
dan berpindah ke wilayah lawan. Jika pemain melakukan kesalahan ketika
melakukan servis, maka ia masih diijinkan untuk melakukan servis yang
kedua. Sedangkan pemukulan bola ke arah net akan dianggap sebagai sebuah
pelanggaran dan berakibat kehilangan skor, kecuali pada saat melakukan
servis yang pertama. Karena setelah servis pertama, masih terdapat
kesempatan untuk melakukan servis yang kedua. Akhirnya, merekapun
memodifikasi dan menerbitkan peraturan tersebut pada bulan Juli 1896.
Perkembangan Bola voli
Salah satu perlengkapan yang
paling vital pada permainan bola voli adalah bola. Namun, waktu
pembuatan bola yang pertama, untuk permainan bola voli masih menjadi
sebuah perdebatan. Ada beberapa sumber yang menyatakan bahwa bola voli
yang resmi atau standar pertama kali dibuat pada tahun 1896 oleh
Spalding. Sementara itu, beberapa sumber yang lain menyatakan bahwa bola
voli yang standar pertama kali dibuat pada tahun 1900.
Seiring berjalannya waktu,
permainan bola voli-pun terus mengalami perubahan-perubahan, baik dari
segi peraturan permainan, tekhnik permainan, maupun skill para
pemainnya. Perhitungan skor mengalami perubahan pada sekitar tahun 1917.
Batasan skor yang pada awalnya 21 poin, saat itu telah diubah menjadi
15 poin. Perubahan juga masih terj`di pada tahun 1920, yaitu dalam segi
peraturan permainannya. Pada tahun 1920 ini telah diperkenalkan aturan
“tiga pukulan” dan telah dibentuk juga batas menyerang pada baris
belakang.
Perkembangan permainan bola voli
yang terus mengalami kemajuan, telah semakin banyak merebut minat para
pecinta olahraga di dunia. Setelah berhasil memperkenalkan permainan
bola voli ke seluruh lapisan masyarakat Amerika Serikat, permainan bola
voli-pun semakin melebarkan sayapnya ke negara-negara di luar Amerika.
Pada tahun 1900, Kanada telah menjadi negara asing pertama yang
mengadopsi permainan bola voli tersebut. Penyebaran permainan bola voli
ini pun terus berlanjut ke negara-negera yang lain. Brazil, Rusia,
China, Asia, dan Eropa merupakan wadah-wadah di mana permainan bola voli
menjadi sebuah olahraga yang sangat populer.
Strategi
Strategi adalah salah satu
faktor terpenting yang memiliki pengaruh besar dalam setiap aktivitas
kehidupan. Begitu juga pada olahraga permainan bola voli, strategi
menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan. Setiap kali akan
melakukan sebuah pertandingan, setiap tim pasti sudah terlebih dahulu
mempersiapkan strategi mereka masing-masing. Bahkan, strategi juga
selalu digunakan dalam setiap pertandingan latihan. Strategi merupakan
rancangan langkah-langkah yang sudah diprogram atau direncanakan, yang
akan dilakukan ketika mengikuti sebuah pertandingan.
SPESIALISASI PEMAIN
Pada setiap tim bola voli, ada 5
posisi yang wajib diisi oleh pemain. Sesuai dengan posisi tersebut,
maka setiap pemain memiliki peran yang harus dijalankan masing-masing.
Meskipun pada dasarnya setiap pemain harus mampu memainkan peran pada
setiap posisi, namun masing-masing pemain memiliki spesifikasi
tersendiri. Ke-5 posisi yang terdapat pada permainan bola voli tersebut
adalah setter, left side hitter atau outside hitter, middle hitter atau
middle blocker, right side hitter, dan libero.
Setter
Setter
adalah pemain yang dispesialisasikan untuk mengatur bentuk penyerangan.
Bola kedua setelah pass akan di set oleh setter, kemudian ia akan
menempatkan bola di udara agar dapat di spike oleh attacker. Dengan
demikian, setter dan attacker harus mampu menciptakan kerjasama dengan
baik. Setter harus memiliki kualitas yang bagus dalam menyesuaikan arah
dan tinggi bola yang akan di spike. Selain itu, setter haruslah seorang
pemain yang lincah dan mampu bergerak dengan cepat di area permainan.
Libero
Jika kita memperhatikan sebuah
pertandingan bola voli, maka pada setiap tim kita akan melihat seorang
pemain yang menggunakan seragam yang berbeda dengan semua pemain di
timnya. Pemain dengan seragam yang berbeda itulah yang disebut dengan
libero. Dalam bahasa Italia, libero mempunyai arti “bebas”. Sesuai
dengan nama tersebut, maka libero adalah pemain yang dapat secara bebas
mengambil alih peran pemain yang lain. Namun, dalam sebuah pertandingan,
libero tidak boleh memiliki dua posisi atau berganti posisi. Seorang
pemain yang telah diposisikan sebagai libero, tidak boleh berganti
posisi menjadi spiker atau yang lain dalam sebuah pertandingan. Meskipun
ia dapat mengambil alih peran pemain-pemain yang lain, namun posisinya
adalah tetap sebagai seorang libero sampai pertandingan berakhir.
Pada dasarnya, libero bertugas
untuk menerima serangan-serangan (spikes) yang dilakukan oleh attacker
tim lawan. Berdasarkan funggsi utama tersebut, maka seorang libero tidak
harus memiliki postur tubuh yang tinggi seperti pemain yang lain. Hal
ini karena seorang libero tidak bermain di area yang dekat dengan net.
Yang paling ditekankan bagi seorang libero adalah kualitas pass yang
baik, memiliki kecepatan gerak yang tinggi, dan tentu saja harus
memiliki stamina yang baik.
Blocker
tengah (Middle Bolcker) atau spiker tengah (Middle Hitter) Middle
blocker adalah pemain yang pada dasarnya bertugas menahan serangan
attacker dari tim lawan. Namun, Middle blocker ini juga dapat bertugas
sebagai seorang spiker. Biasanya, Middle blocker ini melakukan spike
berupa quick hit.
Spiker luar (Outside hitter)
Outside
hitter adalah seorang attacker yang melakukan spike dari sisi kiri
lapangan. Disebut “Outside hitter”, karena ketika hendak melakukan
spike, pemain ini biasanya selalu mengambil awalan dari luar garis
samping lapangan.
Spiker Kanan (Right Side Hitter)
Right spike hitter adalah lawan
dari Outside hitter. Pemain ini menempati posisi yang berlawanan dengan
Outside hitter, yaitu di sebelah kanan. Spike-pun dilakukan dari sebelah
kanan. Biasanya, Right side hitter adalah salah seorang pemain yang
paling banyak melakukan spike dalam sebuah pertandingan bola voli
dibandingkan dengan pemain-pemain yang lain.
Langganan:
Postingan (Atom)